STTM percaya dan mengakui bahwa Allah adalah kekal, melampaui ruang dan waktu, dan bersifat Maha dalam keberadaan-Nya (Keluaran 20:1-7, Roma 1:20). Dia satu-satunya Allah yang Esa, Pencipta langit, bumi, dan segenap isinya (Kejadian 1:1-28, Mazmur 134:1-3, Matius 19:4), serta Pemelihara kehidupan yang berdaulat penuh atas semua ciptaan-Nya (Mazmur 97:9-10, 1 Petrus 1:3-5).
Allah adalah sumber kehidupan manusia. Di luar Dia, manusia tidak dapat hidup benar dan akan binasa dalam kesementaraan serta kekekalan akibat dosa. Namun, Allah juga menyatakan kasih dalam kedaulatan dan kerelaan kehendak-Nya, sekalipun manusia telah melanggar ketetapan-Nya (Kejadian 1:1-31, Yohanes 3:16). Allah bersifat Transenden sekaligus Imanen, dan yang membuat manusia terpisah dari Allah adalah dosa (Yeremia 23:23-24, Yesaya 59:1-2).
STTM percaya dan mengakui bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang menjadi manusia, Pribadi kedua Allah Tritunggal, Allah sejati dan Manusia sejati, dalam dua natur yang tidak terpisah atau tercampur, hakekat paradoks yang absolut (Yohanes 1:1-3, Filipi 2:5-8). Dia dikandung dalam kesucian oleh Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria (Matius 1:22-23), hidup tanpa dosa, dan menebus dosa manusia dengan mati tersalib sebagai korban yang sempurna (Ibrani 14:5, 1 Petrus 2:22-25).
Dia bangkit dari kematian, naik kembali ke surga, dan akan datang kembali untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati (1 Korintus 15:12-13, Kisah Rasul 1:11). Yesus adalah satu-satunya Juruselamat dan Pengantara antara Allah dengan manusia (Yohanes 3:16, 6:14, Ibrani 9:13-15, 1 Yohanes 2:1). Di luar Yesus Kristus tidak ada jalan keselamatan, dan manusia akan tetap dalam kebinasaan hingga kekekalan (Yohanes 6:35-51).
STTM percaya dan mengakui bahwa Roh Kudus adalah Allah yang menyatakan diri, Pribadi ketiga dari Allah Tritunggal (Kejadian 1:2, Yohanes 14:16-17), yang menginsafkan manusia akan dosa dan memampukan manusia oleh kuasa-Nya untuk percaya kepada Yesus Kristus Tuhan (Yohanes 16:8-11, 1 Korintus 12:3).
Dia memimpin orang percaya agar hidup berjalan dalam kebenaran serta melengkapi mereka untuk melayani sebagai gereja Tuhan (Yohanes 14:26, 16:5-12, Roma 8:9-10). Roh Kudus memberikan karunia-karunia Roh sesuai kerelaan kehendak-Nya, melengkapi gereja-Nya dalam pelayanan sebagai Tubuh Kristus (1 Korintus 12:1-11, Roma 12:6-8). Roh Kudus juga memampukan umat yang setia untuk hidup berbuah sehingga menjadi identitas yang bersifat menetap dalam kehidupan orang percaya, yaitu Buah Roh (Galatia 5:22-25).
STTM percaya dan mengakui bahwa Allah Bapa, Allah Anak, dan Allah Roh Kudus adalah Allah Tritunggal (Kejadian 1:26, Matius 3:16-17). Tiga kepribadian dalam Satu Kesatuan yang tak terpisahkan, tak tercampurkan, bukan Allah yang banyak, melainkan Allah yang Esa.
Allah Tritunggal berkarya dalam penciptaan, penebusan manusia dari dosa, dan pemeliharaan kehidupan orang pilihan-Nya (Kejadian 1:2,26, Yohanes 1:1-3, 3:16, 16:7-11, 1 Korintus 12:3, Roma 8:26-30). Ruang pikir manusia yang terbatas akan dimampukan oleh iman yang benar untuk memahami hakekat Allah Tritunggal yang tidak terbatas (Ibrani 11:1-3).
STTM percaya dan mengakui bahwa manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang sempurna, diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1:26-28, Mazmur 8:3-6). Manusia seharusnya menaati perintah Allah, tetapi jatuh ke dalam dosa yang berbuahkan maut (Kejadian 2:16-17, 3:6-7, Roma 5:12, 1 Korintus 15:22).
Manusia tidak bisa menyelamatkan dirinya dari kutuk dosa melalui perilaku keagamaannya. Oleh karena itu, manusia memerlukan penebusan yang sempurna melalui Yesus Kristus untuk memperoleh keselamatan (Yohanes 1:12-13, 8:11, 14:6, Ibrani 7:25-27).
STTM percaya dan mengakui bahwa Alkitab, baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, adalah Firman Allah yang hidup, pernyataan dan penyataan diri Allah yang sempurna (Matius 5:17-19, Lukas 1:70, Ibrani 9:15-25, 1 Petrus 1:24-25).
Alkitab memiliki otoritas sepenuhnya dalam mengatur kehidupan orang percaya agar hidup kudus dalam kebenaran dan keadilan (Mazmur 119:105, Matius 5:48, Efesus 6:17, 2 Timotius 3:16-17, Ibrani 4:12-13).
STTM percaya dan mengakui bahwa keselamatan hanya ada dalam Yesus Kristus (Kisah Para Rasul 4:11-12, Yohanes 14:6). Keselamatan adalah anugerah Allah, bukan hasil usaha manusia (Efesus 2:8-10).
Keselamatan bersifat kekal, tidak bisa hilang (Yohanes 17:2, Ibrani 10:9-10), dan ditandai dengan hidup yang berbuah dalam Roh (Matius 7:21-23, Galatia 5:22-23, Efesus 4:21-32).
STTM percaya dan mengakui bahwa Gereja adalah satu dan kudus, dimulai dari umat-Nya di Perjanjian Lama (Ulangan 7:1-11) dan digenapi dalam Perjanjian Baru dengan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja (1 Petrus 2:9-10). Gereja dipanggil untuk mewartakan Injil, membagikan kasih, dan menjadi saksi Kristus dengan pertolongan Roh Kudus (Matius 28:18-20, Kisah Rasul 1:8).