Menembus Jalan Terjal, Membawa Terang ke 5 Gereja
Ngabang, 2025 — Perjalanan misi kali ini bukanlah perjalanan biasa. Dari Serimbo, tim bergerak melintasi Kuala Behe, singgah di Rasan, hingga akhirnya menembus medan terjal menuju Bentiang. Jalan tanah yang licin, tanjakan curam, dan jembatan kayu sederhana membuat setiap langkah terasa berat. Namun hati para mahasiswa STT Makedonia Ngabang tetap menyala, sebab di ujung perjalanan ada umat Tuhan yang menanti.
Selama beberapa hari, Tim 2 Mission Trip melayani di lima gereja. Di setiap desa, sambutan jemaat begitu hangat. Doa, pujian, dan Firman Allah disampaikan sederhana, namun penuh kuasa. Yang paling menggetarkan hati adalah ketika ruangan-ruangan ibadah dipenuhi anak-anak. Mereka duduk rapat, mendengar kisah Alkitab dengan mata berbinar, bersorak gembira saat bernyanyi, dan ikut melompat kecil saat diajak bermain.
Di Bentiang, perjalanan misi mencapai puncaknya. Meski akses sulit ditempuh, semua lelah terbayar lunas ketika melihat senyum anak-anak menyambut. Ada haus yang nyata—haus akan Firman Tuhan. Para mahasiswa mengajarkan doa sederhana, membacakan kisah Alkitab, hingga menyanyi bersama. Bibir-bibir kecil itu ikut menyebut nama Yesus dengan polos, namun penuh ketulusan.
“Melihat anak-anak tertawa dan jemaat berdoa bersama adalah kebahagiaan kami. Semua perjalanan berat ini terasa sepadan dengan kasih Kristus yang kami bagikan,” ujar salah seorang mahasiswa dengan mata berbinar.
Misi ini menjadi pengingat, bahwa pelayanan Injil bukan soal kenyamanan, melainkan keberanian untuk hadir. Dari Serimbo hingga Bentiang, dari lima gereja yang sederhana, Injil menemukan rumah di hati anak-anak dan jemaat yang haus akan kasih Kristus.
Mitra Makedonia, pelayanan ini tidak berhenti di sini. Doa, dukungan, dan keterlibatan Anda adalah bagian dari nyala api yang menyalakan obor pelayanan di pedalaman. Mari kita terus bergandeng tangan, agar senyum anak-anak di desa-desa terpencil tetap menyala oleh terang Kristus.